Cruising to Mosso Island, Efate

Hi Guys

Weekend pertama saya disini saya habiskan dengan berlayar ke pulau kecil bernama pulau mosso dengan kapal Phinisi kemudian Diving dan juga snorkelling. Sebenarnya tidak ada rencana karena badan masih terasa tepar dari perjalanan panjang dan juga karena perbedaan waktu 4 jam antara Jakarta dan Port Vila. Namun saya tidak kuat godaan apalagi di goda untuk Diving dan Snorkelling oleh teman di kantor. so akhirnya weekend pertama saya di Vanuatu saya berangkat cruising, diving snorkelling, menghabiskan waktu di laut.

So hari Sabtu tanggal 7 Feb kita berangkat dari Port Vila di jemput crew dari Congoola Dive Cruise sekitar Jam 8 pagi. Perjalanan ke pantai dimana Kapal Congoola bertambat sekitar 30-45 menit saja dari Port Vila, kita berangkat sekitar 7-8 orang waktu itu memakai bis dan sampai sekitar jam 9an lah. Beruntung sekali waktu itu cuaca lagi bagus banget, it was very calm sea so it looks like a giant pool. Kita di jemput dengan perahu kecil untuk naik ke perahu layar Congoola.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Travel | Meninggalkan komentar

The start of 2015 mission di Pasifik Selatan

Hi Everyone

Gak kerasa sudah seminggu saya kembali ke Vanuatu, setelah hampir sebulan lebih kembali ke tanah air menghabiskan waktu bersama keluarga, teman-teman kuliah dan tentunya anak 94-SMAN 4 Bandung dan yang lainnya. Malah sempat ikutan event lari segala di Tahura, which was fun.

Ini adalah mission saya tahun ke 3 disini, gak kerasa udah dua tahun berarti mengabdi buat anak-anak di Vanuatu. Sebuah negara kepulauan kecil di pacific selatan. Kalau penasaran segede gimana dan dimana google aja ya. Saya yakin temen-temen baru denger dari saya mengenai negara ini. Saya disini bekerja untuk salah satu agensi PBB khusus untuk anak-anak untuk program imunisasi. Nanti kita ceritain ke depan perjalanan atau pekerjaan saya disini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Travel | Meninggalkan komentar

Measles Is Serious (A History Lesson from My Grandmother)

The Science of Mom

Measles is back. The outbreak of this highly contagious viral illness that started at Disneyland in December has spread across the country and shows no signs of slowing. As of February 6, the CDC reported 121 cases in 17 states in this year alone, most linked to Disneyland. In 2014, we had 644 cases of measles in the U.S. This is a striking increase compared to the last 15 years, when we usually saw less than 100 cases in an entire year.

measles 2015 CDCI’m sorry that so many people have been sickened in this outbreak and hope that it is reined in soon. This is no easy task given our mobile society and the fact that we like to congregate in places like Disneyland, schools, doctors’ offices, hospitals, airplanes, and shopping malls. Add to that the pockets of unvaccinated people where measles can easily spread, and we have a recipe…

Lihat pos aslinya 1.930 kata lagi

Dipublikasi di Health | Meninggalkan komentar

Efek Debu Vulkanik Terhadap Kesehatan

Ketika terjadi bencana letusan gunung berapi, debu vulkanik adalah satu hal yang perlu di waspadai, selain karena efek langsungnya yang biasanya mengganggu pandangan, hal yang perlu di waspadai adalah efeknya terhadap kesehatan.  Efek debu vulkanik terhadap kesehatan terutama menyangkut terhadap pernafasan, iritasi mata, iritasi kulit dan efek langsung lainnya.

Gangguan Sistem Pernafasan.

Pada beberapa letusan gunung berapi, debu vulkanik bisa sangat halus sekali sehingga bisa terhisap sangat dalam ke paru-paru. di daerah yang terkena debu yang sangat tebal, orang yang sehat pun bisa kesulitan bernafas, terbatuk-batuk dan bisa mengakibatkan iritasi pada saluran pernafasan. Beberapa gejala akut pada system pernafasan akibat debu vulkanik seperti berikut :

Dipublikasi di Disaster, Health | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Penyakit yang berhubungan dengan banjir

Banjir  sepertinya sudah menjadi langganan di beberapa daerah di Indonesia ketika musim penghujan datang. Tidak terkecuali kota kota besar termasuk Jakarta dan Bandung merupakan kota yang punya titik-titik langganan banjir. Perubahan fungsi lahan, rusaknya daerah aliran sungai terkombinasi dengan perubahan iklim yang cukup drastis membuat setiap musim hujan banjir selalu datang.  Pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan yang belum optimal juga menjadikan resiko akibat banjir tetaplah tinggi di Indonesia.

Banjir Tangse Aceh, 2011, IBU Foundation

Banjir Bandang Tangse Aceh, 2011, IBU Foundation

Banjir bisa datang secara tiba-tiba (rapid onset) atau kita kenal dengan banjir bandang. Banjir seperti ini biasanya banyak memakan korban ketika terjadi karena volume air yang besar masuk ke pemukiman penduduk secara tiba-tiba. Banjir yang datang secara perlahan (slow onset) yang biasanya terjadi di daerah-daerah langganan banjir dan jarang memakan korban seketika. Selain akibat langsung dari banjir itu sendiri, beberapa penyakit yang berhubungan dengan banjir bisa lebih berbahaya di banding banjir itu sendiri sehingga perlu diwaspadai.

Menurut WHO, berdasarkan kategori transmisi atau cara penularan ada dua penyakit yang sangat berkaitan dengan banjir yaitu:

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Health | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Menyikapi aksi “mogok” dokter 27 Nopember 2013

Yang terhormat teman-teman sejawat dokter, ijinkan saya berpendapat, mohon maaf bila saya tidak terlalu menyetujui aksi mogok yang dilakukan teman teman tanggal 27 Nopember kemarin. Mohon maaf juga bila pendapat saya berbeda dengan teman teman semua yang mendukung aksi mogok kemarin.

IMHO:

Kita belumlah maksimal menggunakan cara advokasi lain dan terlalu terburu buru memilih mogok sebagai alat advokasi untuk membuat perubahan. Pemilihan aksi solidaritas dengan mogok, meskipun saya yakin kurang dari 5% dari kita yang bisa melakukannya, menurut saya kurang strategis dan tidak dipersiapkan dengan matang. Aksi mogok bukan haram bagi dokter namun harus dipersiapkan jauh-jauh hari karena besar resikonya. Dan pesan yang diterima oleh banyak orang adalah bahasa mengancam, sebuah cara komunikasi negatif yang akan sulit dipahami dan menyebabkan pesan yg ditangkap oleh rakyat jadi salah.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | 26 Komentar

Hewan-hewan laut berbisa – please be cautious..!!

Bagi para penggiat olah raga air terutama di laut seperti penyelam, snorkeler atau surfer atau orang-orang yang suka bermain di pantai, ada baiknya mengenal beberapa hewan berikut yang bila menyengat bisa menimbulkan resiko karena bisa mengeluarkan bisa atau racun.

Hoga island – Wakatobi

Ular Laut

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Health, Travel | Tag , , , , | 2 Komentar

Aspek Kesehatan dalam Diving

by Ridwan Gustiana

published in DiveMag Indo – June 2011

Diving saat ini berkembang sangat pesat seiring dengan berkembangnya wisata-wisata bahari di Indonesia. Perkumpulan selam dan penyelam baru banyak bermunculan membuat diving menjadi sebuah trend baru di masyarakat. Diving tergolong krgiatan di alam terbuka yang aman, namun mempunyai resiko tersendiri dari segi kesehatan di banding kegiatan alam terbuka lainnya. Hal ini terutama berhubungan dengan perubahan fisika dan fisiologi dalam air terhadap udara yang dipakai dan adaptasi fisiologis tubuh terhadap perubahan tersebut. Para calon penyelam atau penyelam aktif harus mengetahui beberapa aspek kesehatan dalam kegiatan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam atau sesudah penyelaman.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Travel | Tag , , | 20 Komentar

Information and Communication Technologies (ICTs) in Emergency Public Health

Summary

The development of ICTs industries especially mobile technologies and GIS has given the opportunities to apply it in the area of development and public health including public health emergency. Literature retrieval is conducted to review the use of ICTs especially mobile technologies, Internet and GIS in the area of public health, the concept of emergency public health, and lesson learned from the use of ICT in the recent emergencies. The disadvantages and advantages of using ICTs are discussed to give some consideration in applying the technologies in the area of emergency public health.

Introduction

Background

The Information and Communication Technology (ICT) field has been growing significantly in the last decade, and has been applied in many sectors including development, education, and health sectors. The United Nations (UN) recognised the need to emphasise the important use of ICT in achieving Millennium Development Goals (MDG), and created a Global Alliance of ICT and Development (GAID) in 2006, with the objective to increase the role of ICT in achieving international development Agenda (UN, 2010).  The use of ICT for health also has been widely introduced especially in European countries. The European Commission (EC) launched a program called e-Health, an ICT tools and services for health. The program covers broad ranges of issues in health such as disease prevention, monitoring, management of disease and telemedicine (EC, 2011).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Disaster, Health | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Malaria Control Programme in Disaster Situation

By dr. Ridwan Gustiana  Student of Liverpool School of Tropical Medicine, Msc International Public Health, Mainstreaming Humanitarian Study

Introduction

Fighting malaria is one of the aims stated in the Millennium Development Goals (MDGs) by United Nations for the new millennium.  International communities partnered with participating governments have, therefore, been increasing their efforts to improve policies and implement new and innovative strategies to reach the target of halving the burden of malaria disease in 2015 (UN, 2010).

There are 247 million cases of malaria occurring annually and 212 million cases are occurring in sub Saharan Africa. 3.3 billion people are at risk from malaria transmission, which is almost half of the world population. There are almost 1 million deaths because of malaria each year, 85% of them are children under five and 95% of all malaria related death happens in Africa. (Roll Back Malaria, 2010; WHO, 2010)

By definition Disaster is “serious event that cause an ecological background in the relation between humans and their environment on the scale that requires extraordinary efforts to allow the stricken community to cope, even with outside help or international aid”. Disaster can be categorized into natural disaster and man-made disaster. The natural disaster is usually linked with geological and climatic hazards while man made disasters or mostly known as Complex Humanitarian Emergencies usually linked with the breakdown of authority with resulting internal or external conflict (Spiegel,P.B. 2007).

Since the millennium, there have been more than 35 conflicts and 2,500 natural disasters, which have affected more than two billion people and caused millions of deaths (UNEP, 2010).  Disaster, either natural or man made such as conflict or war, has become a major cause of population displacement.

Interestingly, most of the countries affected by disaster especially by complex humanitarian emergencies are also burdened with a high number of Malaria cases. Of 27.1 million internally displaced populations by conflict in 2009, 11.6 million of them are living in 21 countries in Africa (IDMC, 2009). There are 120 million populations at risk from both malaria is affected by complex emergency.  30% of Africa’s malaria related deaths are in countries experiencing complex emergenciesespecially the most vulnerable group, which are children under five (WHO, 2010).

This essay will critically review literature about Malaria in relation to disaster either natural disaster or man made disaster to describe the effects of disaster on Malaria situation, what is the strategies of Malaria control in disaster situation and also look at some examples and lessons learned from previous disasters.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | 2 Komentar