Volunteer Cafe – a place to share ideas and support volunteerism and social activism

Setelah menunggu lebih dari 7 bulan, akhirnya project baru saya bersama tim di Rumah Solusi officially launched. Sebuah project untuk meneruskan mimpi sebelumnya dimana saya ingin mempunyai sebuah tempat yang bisa digunakan untuk berkumpul para penggiat sosial, para relawan dan anggota-anggota komunitas yang aktif menyebarkan issue-issue positif di masyarakat. Selain itu juga tempat tersebut bisa dipakai oleh teman teman dan keluarga bersantai menikmati beragam hidangan makanan dan minuman atau mungkin duduk santai menikmati segelas kopi. Setelah 5 tahun membuat sebuah warung kopi di pojokan kantor, saya akhirnya memberanikan diri untuk mengambil peluang ketika disuguhkan sebuah tempat yang dulu sempat menjadi sebuah ikon Cafe di Bandung.

Untuk menjalankan project ini, saya yang minim pengalaman dalam menjalankan bisnis kuliner pastinya harus mencari partner yang sudah punya pengalaman dan juga mempunyai visi yang sama. Buat saya menjalankan bisnis bukan semata untuk mencari uang atau kekayaan, namun sebuah bisnis harus bisa bermanfaat untuk orang lain. Tidak mudah mencarinya tentunya dan seperti mencari partner hidup memang jodoh2an. Dari sekian banyak akhirnya saya ngobrol nyambung salah satunya dengan Ceu Devi Oktaviani, temen SMA yang sejujurnya baru benar benar kenal 3-4 tahun belakangan, karena kita dulu beda kelas hahaha.

Bertempat di Ciburial atau di daerah Dago atas, orang Bandung yang seumuran dengan saya pasti kenal dengan café bernama Calista. Pernah menjadi pioneer dan ikon café di Bandung yang digandrungi anak anak muda karena lokasinya yang nyaman dan sejuk dengan view pemandangan Bandung dibawahnya yang memang membuat damai dan juga romantis. Teman teman yang seangkatan dengan saya pasti banyak cerita dengan café ini. Sempat berganti-ganti nama, saya dan teman teman di Rumah Solusi di awal tahun 2017 mengambil tempat ini untuk dijadikan kantor, sambil merencanakan beberapa project baru, salah satunya pembuatan Café.

Café ini sepakat berikan nama Volunteer Cafe sesuai dengan visinya yaitu ingin menjadikan tempat ini menjadi sebuah tempat berkumpulnya para penggiat sosial dan komunitas seperti yang saya cita-citakan. Selain tempat berkumpul saya juga memang mendedikasikan Cafe ini untuk ikut mendukung kegiatan kegiatan yang dilakukan para komunitas tersebut secara pendanaan.

 

Setelah hampir 20 tahun aktif di berbagai organisasi sosial termasuk organisasi di kampus, mendirikan sebuah NGO yang bergerak dalam response bencana dan pemberdayaan masyarakat, aktif di berbagai komunitas dan forum serta dari pengalaman mendirikan sebuah social entreprise, saya paham sekali bahwa penggalangan dana untuk kegiatan kegiatan sosial memang tidaklah mudah. Organisasi sosial atau komunitas komunitas dengan berbagai background memang banyak menggantungkan diri dari dana sumbangan dari publik atau dari para anggota nya itu sendiri. Sebagian menggalang dana dengan penjualan merchandise atau pembuatan proposal. Untuk mendirikan sebuah bisnis yang berkelanjutan dalam mendukung kegiatan-kegiatan mereka tentunya tidak mudah, selain terkendala permodalan juga banyak komunitas memang sibuk dengan kegiatan mereka sendiri dalam menjalankan visi dan misi organisasi atau komunitas itu sendiri.

Terus bagaimana skemanya café ini dalam mendukung kegiatan kegiatan yang di lakukan oleh berbagai komunitas atau organisasi social? tentunya yang paling mudah salah satunya dengan sharing profit dari penjualan makanan dan minuman di café ini. Selain sharing profit, saya dan teman teman di Rumah Solusi, sebuah social enterprise yang menaungi café in juga akan memfasilitasi sharing knowledge, experience dan skills antar komunitas terkait berbagai issue volunteerism, career, hobbies, dan berbagai issue positif lainnya.

Di tempat ini juga saya ingin membangun kolaborasi antara komunitas yang jadi beneficaries atau penerima manfaat dari Café ini. Karena saya yakin banyak sekali sumber inspirasi, skills, knowledge yang dipunyai para penggiat bisa dishare diantara para anggota berbagai komunitas yang ada di Bandung dan juga ke publik. Berbagi melalui chatting, gathering, meeting atau just sharing idea di Café Volunteer sesuai tagline dari Café ini.

Salah satu program yang akan dijalankan yaitu program “eating is sharing”. Sesuai dengan namanya program ini akan mendonasikan sebagian keuntungan dari hasil penjualan ke komunitas komunitas yang terdaftar di Café ini. Program ini memfasilitasi anggota komunitas yang tedaftar untuk mendapatkan discount khusus untuk makan dan minum di Café Volunteer. Selain discount, manajemen Café akan juga memfasilitasi membernya untuk mendonasikan sebagian pembayaran yang di berikan ke Café ke komunitas mereka sendiri secara langsung. Dengan begitu anggota komunitas mendapatkan dua manfaat, satu discount khusus dan kedua secara langsung menyumbang ke organisasi/komunitas tempat dia bernaung.

Beberapa program lainnya juga insya allah akan dijalankan untuk menjadikan tempat ini menjadi tempat dimana semangat berbagi bisa menghangatkan suasana bandung yang sejuk. From coffee chat conversation into a real action satu tagline yang percaya bisa di wujudkan bila kita bersungguh-sungguh untuk mewujudkan nya.

Yuk kita ngobrol ngobrol, kumpul kumpul dan berbagi ide positif. Chatting, gathering and sharing di tempat kami dan bertemu teman teman para penggiat sosial kemanusiaan dan komunitas-komunitas yang menyebarkan semangat positif di Bandung dan sekitarnya.

Alamatnya : Jl Bukit Pakar Timur IV Kav B-1 Dago Bandung

https://goo.gl/maps/wj1NLR2yi1v

BTW : Coba yang punya cerita jaman waktu Café ini masih bernama Café Calista tunjuk tangan hehehehe…!!

this post originally posted in my facebook account, I reposted here so I can always go back as reminder for a start of a new journey and commitment

Iklan
Dipublikasi di Socialpreneurship | Meninggalkan komentar

Cruising to Mosso Island, Efate

Hi Guys

Weekend pertama saya disini saya habiskan dengan berlayar ke pulau kecil bernama pulau mosso dengan kapal Phinisi kemudian Diving dan juga snorkelling. Sebenarnya tidak ada rencana karena badan masih terasa tepar dari perjalanan panjang dan juga karena perbedaan waktu 4 jam antara Jakarta dan Port Vila. Namun saya tidak kuat godaan apalagi di goda untuk Diving dan Snorkelling oleh teman di kantor. so akhirnya weekend pertama saya di Vanuatu saya berangkat cruising, diving snorkelling, menghabiskan waktu di laut.

So hari Sabtu tanggal 7 Feb kita berangkat dari Port Vila di jemput crew dari Congoola Dive Cruise sekitar Jam 8 pagi. Perjalanan ke pantai dimana Kapal Congoola bertambat sekitar 30-45 menit saja dari Port Vila, kita berangkat sekitar 7-8 orang waktu itu memakai bis dan sampai sekitar jam 9an lah. Beruntung sekali waktu itu cuaca lagi bagus banget, it was very calm sea so it looks like a giant pool. Kita di jemput dengan perahu kecil untuk naik ke perahu layar Congoola.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Travel | Meninggalkan komentar

The start of 2015 mission di Pasifik Selatan

Hi Everyone

Gak kerasa sudah seminggu saya kembali ke Vanuatu, setelah hampir sebulan lebih kembali ke tanah air menghabiskan waktu bersama keluarga, teman-teman kuliah dan tentunya anak 94-SMAN 4 Bandung dan yang lainnya. Malah sempat ikutan event lari segala di Tahura, which was fun.

Ini adalah mission saya tahun ke 3 disini, gak kerasa udah dua tahun berarti mengabdi buat anak-anak di Vanuatu. Sebuah negara kepulauan kecil di pacific selatan. Kalau penasaran segede gimana dan dimana google aja ya. Saya yakin temen-temen baru denger dari saya mengenai negara ini. Saya disini bekerja untuk salah satu agensi PBB khusus untuk anak-anak untuk program imunisasi. Nanti kita ceritain ke depan perjalanan atau pekerjaan saya disini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Travel | Meninggalkan komentar

Measles Is Serious (A History Lesson from My Grandmother)

The Science of Mom

Measles is back. The outbreak of this highly contagious viral illness that started at Disneyland in December has spread across the country and shows no signs of slowing. As of February 6, the CDC reported 121 cases in 17 states in this year alone, most linked to Disneyland. In 2014, we had 644 cases of measles in the U.S. This is a striking increase compared to the last 15 years, when we usually saw less than 100 cases in an entire year.

measles 2015 CDCI’m sorry that so many people have been sickened in this outbreak and hope that it is reined in soon. This is no easy task given our mobile society and the fact that we like to congregate in places like Disneyland, schools, doctors’ offices, hospitals, airplanes, and shopping malls. Add to that the pockets of unvaccinated people where measles can easily spread, and we have a recipe…

Lihat pos aslinya 1.930 kata lagi

Dipublikasi di Health | Meninggalkan komentar

Efek Debu Vulkanik Terhadap Kesehatan

Ketika terjadi bencana letusan gunung berapi, debu vulkanik adalah satu hal yang perlu di waspadai, selain karena efek langsungnya yang biasanya mengganggu pandangan, hal yang perlu di waspadai adalah efeknya terhadap kesehatan.  Efek debu vulkanik terhadap kesehatan terutama menyangkut terhadap pernafasan, iritasi mata, iritasi kulit dan efek langsung lainnya.

Gangguan Sistem Pernafasan.

Pada beberapa letusan gunung berapi, debu vulkanik bisa sangat halus sekali sehingga bisa terhisap sangat dalam ke paru-paru. di daerah yang terkena debu yang sangat tebal, orang yang sehat pun bisa kesulitan bernafas, terbatuk-batuk dan bisa mengakibatkan iritasi pada saluran pernafasan. Beberapa gejala akut pada system pernafasan akibat debu vulkanik seperti berikut :

Dipublikasi di Disaster, Health | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Penyakit yang berhubungan dengan banjir

Banjir  sepertinya sudah menjadi langganan di beberapa daerah di Indonesia ketika musim penghujan datang. Tidak terkecuali kota kota besar termasuk Jakarta dan Bandung merupakan kota yang punya titik-titik langganan banjir. Perubahan fungsi lahan, rusaknya daerah aliran sungai terkombinasi dengan perubahan iklim yang cukup drastis membuat setiap musim hujan banjir selalu datang.  Pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan yang belum optimal juga menjadikan resiko akibat banjir tetaplah tinggi di Indonesia.

Banjir Tangse Aceh, 2011, IBU Foundation

Banjir Bandang Tangse Aceh, 2011, IBU Foundation

Banjir bisa datang secara tiba-tiba (rapid onset) atau kita kenal dengan banjir bandang. Banjir seperti ini biasanya banyak memakan korban ketika terjadi karena volume air yang besar masuk ke pemukiman penduduk secara tiba-tiba. Banjir yang datang secara perlahan (slow onset) yang biasanya terjadi di daerah-daerah langganan banjir dan jarang memakan korban seketika. Selain akibat langsung dari banjir itu sendiri, beberapa penyakit yang berhubungan dengan banjir bisa lebih berbahaya di banding banjir itu sendiri sehingga perlu diwaspadai.

Menurut WHO, berdasarkan kategori transmisi atau cara penularan ada dua penyakit yang sangat berkaitan dengan banjir yaitu:

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Health | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Menyikapi aksi “mogok” dokter 27 Nopember 2013

Yang terhormat teman-teman sejawat dokter, ijinkan saya berpendapat, mohon maaf bila saya tidak terlalu menyetujui aksi mogok yang dilakukan teman teman tanggal 27 Nopember kemarin. Mohon maaf juga bila pendapat saya berbeda dengan teman teman semua yang mendukung aksi mogok kemarin.

IMHO:

Kita belumlah maksimal menggunakan cara advokasi lain dan terlalu terburu buru memilih mogok sebagai alat advokasi untuk membuat perubahan. Pemilihan aksi solidaritas dengan mogok, meskipun saya yakin kurang dari 5% dari kita yang bisa melakukannya, menurut saya kurang strategis dan tidak dipersiapkan dengan matang. Aksi mogok bukan haram bagi dokter namun harus dipersiapkan jauh-jauh hari karena besar resikonya. Dan pesan yang diterima oleh banyak orang adalah bahasa mengancam, sebuah cara komunikasi negatif yang akan sulit dipahami dan menyebabkan pesan yg ditangkap oleh rakyat jadi salah.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | 26 Komentar

Hewan-hewan laut berbisa – please be cautious..!!

Bagi para penggiat olah raga air terutama di laut seperti penyelam, snorkeler atau surfer atau orang-orang yang suka bermain di pantai, ada baiknya mengenal beberapa hewan berikut yang bila menyengat bisa menimbulkan resiko karena bisa mengeluarkan bisa atau racun.

Hoga island – Wakatobi

Ular Laut

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Health, Travel | Tag , , , , | 2 Komentar

Aspek Kesehatan dalam Diving

by Ridwan Gustiana

published in DiveMag Indo – June 2011

Diving saat ini berkembang sangat pesat seiring dengan berkembangnya wisata-wisata bahari di Indonesia. Perkumpulan selam dan penyelam baru banyak bermunculan membuat diving menjadi sebuah trend baru di masyarakat. Diving tergolong krgiatan di alam terbuka yang aman, namun mempunyai resiko tersendiri dari segi kesehatan di banding kegiatan alam terbuka lainnya. Hal ini terutama berhubungan dengan perubahan fisika dan fisiologi dalam air terhadap udara yang dipakai dan adaptasi fisiologis tubuh terhadap perubahan tersebut. Para calon penyelam atau penyelam aktif harus mengetahui beberapa aspek kesehatan dalam kegiatan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam atau sesudah penyelaman.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Travel | Tag , , | 20 Komentar

Information and Communication Technologies (ICTs) in Emergency Public Health

Summary

The development of ICTs industries especially mobile technologies and GIS has given the opportunities to apply it in the area of development and public health including public health emergency. Literature retrieval is conducted to review the use of ICTs especially mobile technologies, Internet and GIS in the area of public health, the concept of emergency public health, and lesson learned from the use of ICT in the recent emergencies. The disadvantages and advantages of using ICTs are discussed to give some consideration in applying the technologies in the area of emergency public health.

Introduction

Background

The Information and Communication Technology (ICT) field has been growing significantly in the last decade, and has been applied in many sectors including development, education, and health sectors. The United Nations (UN) recognised the need to emphasise the important use of ICT in achieving Millennium Development Goals (MDG), and created a Global Alliance of ICT and Development (GAID) in 2006, with the objective to increase the role of ICT in achieving international development Agenda (UN, 2010).  The use of ICT for health also has been widely introduced especially in European countries. The European Commission (EC) launched a program called e-Health, an ICT tools and services for health. The program covers broad ranges of issues in health such as disease prevention, monitoring, management of disease and telemedicine (EC, 2011).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Disaster, Health | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar