Hewan-hewan laut berbisa – please be cautious..!!

Bagi para penggiat olah raga air terutama di laut seperti penyelam, snorkeler atau surfer atau orang-orang yang suka bermain di pantai, ada baiknya mengenal beberapa hewan berikut yang bila menyengat bisa menimbulkan resiko karena bisa mengeluarkan bisa atau racun.

Hoga island – Wakatobi

Ular Laut

Beberapa jenis ular laut merupakan ular yang berbisa yang bisa resiko tinggi bila tersengat. Gejala utama dari envenomisasi (keracunan akibat patukan ular) bisa muncul dalam hitungan menit sampai berjam-jam setelah terkena gigitan. Gejala envenomisasi biasanya lemahnya otot-otot karena paralisis, termasuk paralisis otot pernafasan sehingga menimbulkan sesak nafas  dan akhirnya henti jantung. Penanganan sama dengan penanganan envenomisasi karena bisa ular yang membutuhkan balut tekan pada daerah sengatan dan pemberian SABU (serum bisa anti ular) bila terdapat gejala envenomisasi.

Banded Sea Krait – Wakatobi 2004

Salah satu ular  laut yang berbisa adalah banded sea krait. Ular ini berwarna belang yang hidup terutama di karang-karang dan kadang naik ke darat pada malam hari.  Banded sea krait merupakan salah satu jenis ular laut yang berbisa, namun ular ini biasanya sangat pemalu dan tidak pernah menyerang manusia kecuali diprovokasi secara berlebihan.  Ular jenis ini selain mempunyai rahang yang kecil juga taringnya berada di belakang, oleh karena dia hanya bisa mengigit dan mengeluarkan bisa bila mengigit bagian tubuh yang tipis, seperti sela jari atau telinga.

 Ikan-Ikan laut Berbisa

Banyak jenis ikan yang juga berbisa, baik itu ikan air tawar ataupun ikan laut. Ikan-ikan tersebut mengeluarkan bisanya melalui duri atau pun ekor mereka. Dari beberapa ikan di laut yang terkenal berbisa adalah sebagai berikut.

  • Stonefish, ikan ini merupakan ikan yang paling berbisa yang dikenal di dunia. Sangat terkamuflase karena berwujud seperti batu sehingga susah terlihat dan tidak akan bergerak meskipun didekati. Sangat sesuai dengan namanya.

stonefish (source : http://www.bluereefaquarium.co.uk/news-from-newquay/stone-fish.html) 

  • Scorpion fish (ikan lepu) dan yang sejenis seperti lionfish, fortescue dan bullrout, menyebabkan rasa nyeri seperti stone fish, akan tetapi efek lokal atau efek lainnya tidak seberat stone fish.

 Lion fish – Wakatobi

Gejala envenomisasi adalah rasa nyeri yang hebat di lokasi tusukan, pembengkakan yang ekstrim  dan paralisis lokal yang  berkembang bisa sangat cepat. Gagal nafas, gangguan fungsi jantung dan rasa pusing bisa terjadi dikarenakan penurunan tekanan darah yang cukup drastis. Kematian karena sengatan ikan-ikan diatas biasanya sangat jarang kecuali pada anak-anak.

Penanganan pertama pada tusukan karena ikan-ikan laut biasanya bisa dilakukan dengan merendam daerah yang terkena dengan air hangat yang bersuhu sekitar 45oC (coba terlebih dahulu oleh tangan penolong untuk memastikan tidak terlalu panas).  Hal ini dapat mengurangi rasa nyeri dan harus segera dilakukan sesegera mungkin untuk mengurangi pembengkakan.  Bila ada petugas kesehatan, rasa nyeri yang hebat pada daerah luka bisa di kurangi dengan penyuntikan anastesi local (yang tidak mengandung agen vasokontriksi seperti adrenaline) pada daerah luka.  Prosedur ini mungkin harus dilakukan beberapa kali jika efek anestesi lokal tersebut berkurang seiring dengan waktu. Bila memungkinkan bisa dilakukan anastesi blok. Pembersihan luka dan pemberian antibiotik juga diperlukan.

Resusitasi jantung paru mungkin diperlukan pada kasus-kasus yang sangat berat. Khusus untuk envenomisasi oleh stonefish Anti venom bisa didapatkan dari Australia.

Stingray ( Ikan Pari)

 Ikan pari biasanya menyerang bila merasa terganggu, biasanya mereka terinjak oleh kita dan ikan pari akan menusukan ekornya yang mengandung duri ke kaki manusia. Ikan tersebut kadang mengubur dirinya di pasir laut yang digenangi air yang dangkal.  Tusukan oleh ikan pari menyebabkan luka tusukan dan deposit venom. Bagian dari duri, organisme laut dan lendir yang beracun bisa menempel pada daerah luka sehingga bisa menyebabkan infeksi. Salah satu jenis ikan pari yang berbisa ialah blue dot stingray.

 blue dot stingray – Wakatobi

Rasa nyeri yang disebabkan oleh racun sangatlah cepat dan hebat. Pembengkakan juga terjadi sangat cepat. Racun yang terserap oleh tubuh bisa menimbulkan efek sistemik, seperti pingsan, kelelahan, palpitasi, hipotensi, dan gangguan irama jantung. Kematian sangat jarang, kecuali bila organ vital seperti jantung terkena tusukan langsung seperti yang terjadi pada  Steve Irwin, seorang ahli reptile dari Australia yang meninggal karena tusukan stingray pada daerah dadanya.

Penanganan pertama pada kejadian ini bisa dilakukan dengan merendam luka tusukan dengan air panas sekitar 45oC dan penyuntikan anastesi lokal bila di perlukan. Luka harus dibersihkan untuk menghilangkan benda asing atau racun. Antibiotik lokal atau oral (seperti Doksisiklin) harus diberikan untuk mencegah luka terinfeksi.

 

Box Jellyfish (ubur-ubur berbentuk kotak )

Box Jelly Fish (source : http://www.duke.edu/~iac/compsci%204/animalpages/animal.html)

Organisme ini sangat mematikan, biasanya ditemukan di laut tropis didaerah indopasifik atau atlantik pada musim-musim tertentu. Binatang ini juga  perenang yang aktif sehingga bisa ditemukan di daerah yang dangkal.

Tentakelnya bisa mencapai 3 meter dari tubuhnya. Tentakel itu  melekat pada kulit korban dan mengandung ribuan mkroskopik cell yang bisa menyengat (nematocyst) yang bisa menyuntikan venom. Dosis racun yang tak terhingga dari sel tersebut seperti membentuk suntikan venom ke korban. Jumlah racun yang terinjeksi tergantung berapa panjang tentakel yang mengenai tubuh korban, dan area yang terkena termasuk tebalnya kulit.

Korban segera mengalami rasa nyeri hebat ketika tersentuh tentakelnya. Sesuai luasnya daerah yang terkena,  korban segera  mengalami pingsan, susah bernafas, sianosis, penurunan kesadaran, dan kematian secara cepat, terutama anak-anak atau orang tua.

Jika korban selamat, rasa nyeri dapat bertahan dalam beberapa jam, dan biasanya terdapat jaringan parut pada daerah sengatan dikarenakan rusaknya jaringan  kulit yang terkena.

berikut adalah penanganan korban bila di curigai terkena sengatan box jelly fish. Selamatkan korban dari air dan cegah korban tenggelam, resusitasi jantung paru biasanya  diperlukan segera karena racun menyebar sangat cepat dan hebat,  berikan larutan cuka pada daerah luka dan bersihkan dengan hati-hat tentakel-tentakel yang melekat pada kulit. Tentakel tidak bisa menyengat pada kulit tebal seperti kulit telapak tangan dan kaki. Sangatlah penting untuk tidak menghancurkan tentakel karena dapat meningkatkan pengeluaran bisa dari tentakel tersebut.

Penyebab kematian karena Box Jellyfish biasanya disebabkan oleh gagal pernafasan, akan tetapi mungkin ini hanya kematian sementara bila korban dipertahankan dengan bantuan nafas artificial dengan bantuan alat pernafasan seperti ambu bag atau ventilator. Korban harus segera di bawa ke rumah sakit.  Antivenom untuk box jelly fish bisa didapatkan dari Australia tetapi hanya untuk jenis Chironex box jellyfish.

Jelly fish lainnya

Beberapa jenis lain dari jelly fish yang menyengat yang banyak di temukan di Indonesia adalah Portuguese Man-o-war, fire coral, dan stinging hydroids. Mereka bisa memproduksi sengatan yang menyakitkan namun jarang mengakibatkan hal yang fatal kecuali terhadap orang yang alergi atau bila kulit yang terkena sengatan sangat luas . Penanganan pertama  pada kasus ini yaitu dengan menetralkan sengatan dengan menguyurkan air cuka pada daerah sengatan. Kelainan kulit yang dapat terjadi biasanya pembengkakan daerah yang tersengat, ini bisa dikurangi dengan pemberian cream kortikosteroid atau pemberian obat secara oral. Orang lokal di Indonesia kadang menyarankan sengatan jelly fish di tanggulangi dengan “mengencingi” daerah sengatan, saya sendiri tidak terlalu menyarankan selain belum terbukti secara ilmiah, bila ada luka bisa juga menyebabkan infeksi.

portuguese man-o-war

Blue Ringed Octopus (gurita berbintik biru)

Hewan ini bisa ditemukan di lautan Hindia atau pasifik.  Jika merasa terganggu binatang ini akan memunculkan cingcin berwarna biru atau ungu. Sehingga biasanya menarik korban trutam anak-anak. Akan tetapi luka sengatan biasanya kecil dan tidak terasa nyeri, sengatan biasanya baru dirasakan setelah gejala sistemik muncul karena bisanya.

Blue-ringed octopus in Ambon, Indonesia. (Matthew Oldfield)

Bisa (racun) yang terinjeksi dapat menyebabkan paralisis otot dalam hitungan menit, sehingga menyebabkan terjadinya gagal nafas. Korban biasanya tetap sadar akan tetapi tidak dapat berkomunikasi dikarenakan paralysis otot. Kematian bisa terjadi karena diakibatkan oleh gagal nafas, kecuali penanganan pertama diberikan sesegera mungkin.

Penanganan dengan pernafasan buatan harus diteruskan sampai terjadi perbaikan (6-12jam). Balut tekan dan imobilisasi harus dilakukan untuk mencegah penyebaran bisa. korban harus segera di bawa ke rumah sakit untuk penanganan selanjutnya.

KESIMPULAN

Pengetahuan mengenai hewan-hewan berbisa dan pertolongan pertamanya menurut saya cukup penting diketahui bagi para pencinta kegiatan di air terutama di laut. Selalu berhati-hati lah, kenali dan hindari bila bertemu. Saya sendiri selalu melakukan “no touch policy” bila melakukan penyelaman atau snorkeling.  Dan bila berjalan di daerah pasang surut laut selalu memakai “coral boots” untuk mengindari menginjak sesuatu yang berbahaya…!!

Iklan

Tentang drjack_gustiana

a social entrepreneur, humanitarian worker, dive master, adventurer and medical doctor
Pos ini dipublikasikan di Health, Travel dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Hewan-hewan laut berbisa – please be cautious..!!

  1. edy berkata:

    Saya pernah disengat ikan pari kira2 2mnggu yang lalu, n sudah dibawa kerumah sakit terdekat, dan mendapat pengobatan, dan sekarang luka dari sengatan ikan tersbut sudah kering, tp disekitar sengatan masih merasakan sakit dan agak bengkak, tepatnya dipunggung kaki.

    Yang saya tanyakan apakah racun dari ikan tersebut belum benar2 hilang????

    Bagaimana pengobatannya?

  2. drjack_gustiana berkata:

    apakah sewaktu ke dokter, luka dibersihkan untuk meyakinankan duri yg mungkin patah sewaktu terjadi sengatan tidak ada.? mudah-mudahan iyah yah.
    Pembengkakan dan nyeri kemungkinan besar bukan karena racunnya tapi proses peradangan dari luka tersebut bisa karena infeksi atau proses penyembuhan luka tersebut..apakah pembengkakan di sekitar sengatan berwarna merah, karena bila masih berwarna merah kemungkinan terjadi infeksi sehingga menimbulkan nyeri..
    kalau saran dari saya, lebih baik kontrol saja ke dokter lagi, untuk memastikan pembengkakannya bukan karena infeksi..karena bila terinfeksi pengobatan antibiotik harus diteruskan.
    mudah-mudahan membantu ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s