Penyakit yang berhubungan dengan banjir

Banjir  sepertinya sudah menjadi langganan di beberapa daerah di Indonesia ketika musim penghujan datang. Tidak terkecuali kota kota besar termasuk Jakarta dan Bandung merupakan kota yang punya titik-titik langganan banjir. Perubahan fungsi lahan, rusaknya daerah aliran sungai terkombinasi dengan perubahan iklim yang cukup drastis membuat setiap musim hujan banjir selalu datang.  Pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan yang belum optimal juga menjadikan resiko akibat banjir tetaplah tinggi di Indonesia.

Banjir Tangse Aceh, 2011, IBU Foundation

Banjir Bandang Tangse Aceh, 2011, IBU Foundation

Banjir bisa datang secara tiba-tiba (rapid onset) atau kita kenal dengan banjir bandang. Banjir seperti ini biasanya banyak memakan korban ketika terjadi karena volume air yang besar masuk ke pemukiman penduduk secara tiba-tiba. Banjir yang datang secara perlahan (slow onset) yang biasanya terjadi di daerah-daerah langganan banjir dan jarang memakan korban seketika. Selain akibat langsung dari banjir itu sendiri, beberapa penyakit yang berhubungan dengan banjir bisa lebih berbahaya di banding banjir itu sendiri sehingga perlu diwaspadai.

Menurut WHO, berdasarkan kategori transmisi atau cara penularan ada dua penyakit yang sangat berkaitan dengan banjir yaitu:

  • Water-borne Disease atau penyakit yang ditularkan melalui air seperti berbagai jenis Diare, Tifoid, Hepatitis, dll.
  • Vector-borne Disease atau penyakit yang ditularkan melalui Vektor (pembawa) seperti Malaria atau Demam Berdarah.

Water-borne Disease

Resiko peningkatan penyakit yang ditularkan oleh air sangat erat berhubungan dengan kontaminasi dari sumber air terutama bagi para penyintas banjir. Penyakit diare biasanya meningkat terutama pada anak-anak yang bisa berbahaya bila tidak di tangani dengan baik. Bila terdapat peningkatan diare,  tifoid atau penyakit lainya pada penduduk yang terkena banjir sehingga terdapat KLB (kejadian luar biasa) perlu dicurigai adanya kontaminasi dari sumber air yang dipakai oleh penduduk tersebut.

Beberapa penyakit infeksi lainnya yang diakibatkan kontak dengan air yang tercemar  adalah infeksi kulit, infeksi mata atau infeksi saluran pernafasan akut namun penyakit-penyakit ini bukan penyakit yang bisa berpotensi menjadi KLB.

Penyakit lainnya yang cukup sering terjadi pasca banjir adalah Leptospirosis. Penyakit ini  diakibatkan oleh infeksi bakteri Leptospira. Penularan penyakit terjadi karena masuknya bakteri melalu kulit atau membrane mukosa lainnya seperti mulut, hidung dll yang terbawa oleh air, lumpur dan tumbuhan yang terkontaminasi oleh kencing tikus. bila di observasi, daerah-daerah perkotaan seperti Jakarta, Bandung merupakan daerah-daerah yang cukup banyak populasi tikus, sehingga penyakit ini perlu di waspadai.

Vector-borne Disease

Penyakit-penyakit ini memerlukan vektor atau pembawa untuk bisa menular ke manusia. Malaria dan Demam Berdarah contohnya, memerlukan nyamuk untuk bisa menularkan ke manusia. Dengan banjir, populasi vektor contohnya nyamuk biasanya meningkat. Daerah-daerah endemik malaria tentunya perlu dipantau bila terdapat peningkatan penyakit malaria. Sementara  daerah-daerah perkotaan yang umumnya endemik terhadap demam berdarah perlu pemantauan khusus untuk penyakit ini. Penelitian saya, ketika banjir di Pakistan, 2010, terjadi peningkatan signifikan dari penyakit-penyakit malaria dan demam berdarah pasca banjir

Resiko terjadinya KLB selain karena peningkatan vektor penyakit akibat meningkatnya sarang nyamuk pasca banjir, juga disebabkan oleh berubahnya perilaku manusia sehingga proteksi dari  gigitan nyamuk berkurang, contohnya karena mengungsi para penyintas tidur diluar rumah.

Beberapa Resiko Kesehatan Lain akibat Banjir.

  • Tenggelam atau trauma karena banjir itu sendiri.
  • Penyakit tetanus akibat luka yang tidak ditangani dengan baik.
  • Hipotermia. Pakaian yang basah, cuaca yang dingin serta tidak adanya perlindungan shelter yang baik sangat meningkatkan resiko terkena hipotermia terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia.
  • Sengatan listrik juga perlu di waspadai ketika banjir dan bisa sangat mematikan.

PENCEGAHAN

Beberapa penyakit menular pasca banjir bisa dihindari atau dikurangi bila melakukan beberapa hal berikut ini :

  • Memastikan para korban banjir tetap mendapatkan suplay air bersih adalah sangat penting, bila perlu para korban disupply air siap minum dikarenakan memasak air akan sangat susah apalagi di awal-awal banjir surut.
  • Klorinisasi air adalah metode yang cukup efektif dan murah untuk mendisinfeksi air minum. Klorinisasi juga sangat efektif untuk mematikan hampir semua bakteri berbahaya dalam air. Dengan dosis beberapa milligram per liter dalam waktu 30 menit saja bisa mematikan bakter dan virus penyebab infeksi di usus.  Beberpaa jenis chlorine yaitu : sodium hypochlorite, calcium hypochlorite (Kaporit) atau bubuk pemutih.
  • Melakukan pembersihan sarang nyamuk. Sarang-sarang nyamuk harus segera dibersihkan sehingga bisa mengurangi populasi nyamuk. Bila nyamuk dewasa sangat banyak, penyemprotan atau pengasapan mungkin perlu dilakukan, namun penyemprotan saja tidak cukup karena yang paling penting adalah mengurangi atau membersihkan sarang nyamuk atau tempat tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk seperti kubangan air dan lain lain.
  • Perlu dilakukan kegiatan-kegiatan penyuluhan kesehatan terutama mengenai hygiene, persiapan makanan yang aman, cara memasak atau klorinisasi air minum. Selain itu tergantung endemisitas penyakitnya, mungkin perlu diberikan penyuluhan mengenai malaria atau demam berdarah terutama mengenai deteksi dini penyakit tersebut.

Selamat bekerja buat teman-teman yang bekerja keras membantu para korban banjir di Jakarta, Manado, Jawa Barat dan daerah-daerah lainnya.. salute buat kalian semua,  a solidarity for humanity.

Iklan

Tentang drjack_gustiana

a social entrepreneur, humanitarian worker, dive master, adventurer and medical doctor
Pos ini dipublikasikan di Health dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s