Efek Debu Vulkanik Terhadap Kesehatan

Ketika terjadi bencana letusan gunung berapi, debu vulkanik adalah satu hal yang perlu di waspadai, selain karena efek langsungnya yang biasanya mengganggu pandangan, hal yang perlu di waspadai adalah efeknya terhadap kesehatan.  Efek debu vulkanik terhadap kesehatan terutama menyangkut terhadap pernafasan, iritasi mata, iritasi kulit dan efek langsung lainnya.

Gangguan Sistem Pernafasan.

Pada beberapa letusan gunung berapi, debu vulkanik bisa sangat halus sekali sehingga bisa terhisap sangat dalam ke paru-paru. di daerah yang terkena debu yang sangat tebal, orang yang sehat pun bisa kesulitan bernafas, terbatuk-batuk dan bisa mengakibatkan iritasi pada saluran pernafasan. Beberapa gejala akut pada system pernafasan akibat debu vulkanik seperti berikut :

  • Iritasi pada hidung yang biasanya menyebabkan hidung tersumbat atau beringus.
  • Iritasi atau radang tenggorokan yang bisa menyebabkan nyeri menelan dan kadang di sertai batuk kering
  • Orang yang mempunyai penyakit spernafasan kronis seperti asma, bronchitis, atau Penyakit Paru Obstuktif Kronis (PPOK) biasanya akan mendapatkan serangan akut yang bisa berlangsung berhari-hari,. Gejala gejala serangan akut tersebut bisa berupa, batuk berdahak, sesak nafas yang bisa disertai mengi,

Pada beberapa kasus meskipun sangat jarang, debu vulkanik bisa menyebabkan gangguan pernafasan yang lebih serius, hal ini bila debu vulkanik tersesbut sangat halus dan mengandung kristal silica, yang bila terhisap oleh paru-paru bisa menyebabkan silicosis. Namun biasanya keadaan ini bisa terjadi bila terpapar debu vulkanik yang cukup lama dari berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Para penderita asma terutama  orang tua dan anak-anak, orang tua yang berpenyakit paru-paru kronis atau jantung merupakan golongan yang paling rentan terkena gangguan pernafasan akibat debu vulkanik,

Beberapa factor mempengaruhi berat ringannya efek debu vulkanik terhadap system pernafasan yaitu, konsentrasi partikel debu pada udara, proporsi partikel partikel jalus pada debu,  lamanya terpapar oleh debu dan ada tidaknya Kristal silica atau gas berbahaya yang terdapat dalam debu vulkanik yang terhisap.

Iritasi pada Mata

Iritasi pada mata merupakan efek yang paling umum dan banyak karena satu titik saja debu masuk ke mata bisa menyebabkan mata yang perih akibat luka gores karena debu tersebut terutama pada kornea dan konjuntiva.  Pemakai lensa kontak harus menghindari pemakaian untuk menghindari terjadinya abrasi kornea.

Beberapa gejala iritasi pada mata adalah sebagai berikut :

  • Mata berasa ada debu yang masuk dan tidak hilang-hilang
  • Mata perih, gatal atau terlihat sedikit berdarah
  • Mata mengeluarkan lendir yang kental
  • Terdapat abrasi kornea
  • Infeksi konjuntiva akut yang bergejala mata yang terasa kemasukan debu, mata merah dan terasa terbakar dan silau.

Bila mata terpapar oleh debu vulkanik, hindari mengucek-ngucek mata karena bisa mengakibatkan abrasi kornea atau konjuntiva lebih baik basuh dengan air bersih sampai berasa debu tidak ada. Pakailah kacamata safety atau googles yang menutup seluruh mata.

Iritasi Kulit

Iritasi kulit biasanya jarang terjadi, namun bisa terjadi bila debu vulkanik bersifat asam sehingga pada beberapa orang bisa menimbulkan iritasi dengan gejala kulit kemerahan atau gatal-gatal.

Efek akibat hujan debu.

Beberapa efek tidak langsung bisa sangat berbahaya pada kesehatan yaitu

  • Efek pada Jalan. Berkuranganya jarak pandang bisa menyebabkan kecelakaan terutama kecelakaaan lalu lintas. Selain itu debu tebal yang menutupi jalan bisa sangat licin. Daerah-daerah yang terkena hujan debu yang tebal bisa bermasalah dengan asupan bahan-bahan dasar karena tertutupnya jalur transportasi
  • Hujan debu bisa menimbulkan putusanya aliran listrik yang bisa menyebabkan gangguan lainnya. Fasilitas-faslitias kesehatan yang merawat pasien bisa tidak mendapatkan aliran listrik selama hujan debu berlangsung.
  • efek pada air bersih. Hujan debu bisa menimbulkan pencemaran pada sumber air bersih. Selain pencemaran kebutuhan air setelah hujan debu biasanya meningkat untuk bersih-bersih yang bisa menimbulkan kekurangan air.
  • Resiko rubuhnya atap. Atap rumah bisa rubuh karena tumpukan debu yang bisa menimbulkan cedera atau kematian penghunin rumah. Rubuhnya atap bisa terjadi ketika sedang membersihkan karena bertambahnya beban pada atap yang sudah terbebani berat oleh debu.

 Perlindungan dari debu vulkanik atau hujan debu

  • Hindari atau batasi berkendaraan.
  • Kurangi masuknya debu ke dalam rumah, tutup pintu dan jendela rumah.
  • Pakailah masker anti debu untuk mengurangi terhisapnya debu oleh saluran pernafasan.  Penderita asma atau penyakit paru lainnya di usahakan tidak keluar rumah dan hindari paparan debu vulkani.
  • Pakai googles atau kacamata, hindari memakai lensa kontak untuk menhindari iritasi.
  • Bersihkan halaman dengan  cara menyiram air terlebih dahulu sebelum di bersihkan dengan sekop atau sapu. Hati-hati membasahi debu di atap karena akan menambah beban tambahan yang bisa meruntuhkan atap. Hemat lah air karena semua orang akan membutuhkan air.

Perhatian extra harus ditujukan terhadap anak-anak karena mereka adalah grup yang rentan secara fisik dan tidak mudah beradaptasi.

  • Pastikan anak-anak berada di dalam rumah
  • hindari anak-anak bermain debu di luar
  • bila harus keluar pastikan anak-anak juga memakai masker, namun masker biasanya lebih banyak untuk dewasa.

For the survivors of #mtSinabung #mtKelud eruption please be tough, and for the responder please be safe guys, God with you all. 

Iklan

Tentang drjack_gustiana

a social entrepreneur, humanitarian worker, dive master, adventurer and medical doctor
Pos ini dipublikasikan di Disaster, Health dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s